Sajak-Sajak Muhammad Asqalani eNeSTe

Pixabay
















F #1

Kau hendak menutup sekolah di pikiranmu
Kau kunci dengan kemalasan kanak-kanak tanpa jajan yang banyak
Kau hendak memucatkan sejarah darah?
Orang-orang bodoh berumah roboh,
berbaju monja dan tak memikirkan apa selain makan sesuap saja
Maka F, kau harus bijak membajak hidup, sekolah agar tak redup
Sebab ilmu adalah buruan yang memberimu harapan terang
Seperti terongkeng kakek menyala di surga.

Januari 2020


Malam Ini
: Irsyad Fraya

Malam ini aku ingin masuk ke dalam tidurmu,
menjadi mimpi buruk semalam suntuk,
Jika kau terjaga setelah berteriak,
minumlah segelas sajak, aku larut dalam sajak itu
Jika kau batuk aku akan terbahak,
saat itu juga aku menjelma apa saja; burung hantu di jendela,
dongeng buruk dalam kepala, si buruk rupa bukan cerita Cinderella
Malam ini namaku hitam, membawa payung,
membaca mantra hujan, jika kau menangis
aku akan menampung airmatamu,
membantu membuangnya ke selokan,
semoga ikan-ikan kecil mati
harapan-harapan besar mati
Perkenalkan, namaku sifat buruk manusia.

Januari - Februari 2020

Muhammad Asqalani eNeSTe, kelahiran Paringgonan 25 Mei 1988. Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris - Universitas Islam Riau (UIR). Mengajar Bahasa Inggris, Spanyol dan Esperanto. Menulis sejak 2006. Buku   puisi ke-10nya bertajuk *ULANG DOKON-DOKON NA HUDOKON-DOKONI PALA DOKONKO NA HUDOKON-DOKONI*. Aktif COMPETER Indonesia. WA: 0819 4940 2585.

13 comments:

  1. Sebagai orang awam yang nggak begitu tahu tentang sajak, menurutku sajak-sajak di atas bagus. Pemilihan diksinya juga. Jadi enak dibaca

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih reviewnya, mudah-mudahan perkembangan sastra di Indonesia lebih maju ke depannya :)

      Delete
    2. Waaah. Tersanjung Saya😂😂

      Delete
  2. Waaah.. dia jalanjalan terus ternyata 😍😍😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, kok tahu kakak Saya ada di sini? 😀

      Delete
    2. Terimakasih sama penulisnya Mas Aqsa, yang sudah ikut meramaikan kolom komentar wkwk

      Delete
  3. Sajak yang sulit untuk ditiru, apalagi maknanya yang begitu dalam

    ReplyDelete