Halo Einid Shandy!

Ketika Dunia Melihatku
Hari ini saya berkenalan dengan Einid Shandy, pemilik blog kece yang telah lebih dulu menyapa saya di grup whatsapp. Terimakasih sudah menyapaku!

Saat berkunjung ke blog miliknya, ekspresi pertama yang saya rasakan saat itu adalah: heran. Ya, heran. Karena saya tidak menyangka kalau di dunia maya ini, masih ada blog keren yang ramai pengunjungnya. Setiap konten yang saya baca di blog dengan nama ‘Ketika Dunia Melihatku’ ini, selalu dibanjiri komentar hingga puluhan. Semenjak Raditya Dika tidak lagi menulis di blog, dan anak-anak muda terlalu asik dengan game dan youtube, saya sempat berpikir bahwa dunia blog sudah mati. Atau lebih tepatnya, sudah sekarat alias dying. Tapi blog milik Einid Shandy ini menegaskan kalau dunia blog juga masih bisa bertahan dan tetap menjadi pilihan bagi manusia-manusia maya di luar sana. Mudah-mudahan setelah ini saya akan segera menemukan blog-blog kece yang tidak kalah ramainya dari milikmu, Shandy :)

Hm, saya jadi teringat blog Enigma. Blog misteri itu adalah salah satu blog favorit saya ketika awal-awal mengenal dunia blog. Sayang sekali blog itu kini sudah vakum. Padahal konten-konten blog ini pernah dibukukan dan laku keras lho. Tidak ada yang tahu kemana adminnya pergi. Mungkinkah ia kini beralih menjadi seorang youtuber? Wkwk, saya tidak tahu.

Tentang Einid Shandy, nama itu adalah nama pena dari penulisnya. Nama sebenarnya saya belum tahu, mungkin nanti akan saya tanya. Nama itu terinspirasi dari seorang penulis cerita anak asal UK, Einid Blyton. Jujur saja, saya pertama kali mendengar nama Einid Blyton. Tapi saya senang bisa mengetahui beliau. Terimakasih sudah mengenalkanku kepada salah satu penulis hebat dunia!

Waktu kecil saya memang lebih suka membaca komik manga ketimbang membaca buku cerita. Satu-satunya serial anak yang saya ikuti hanyalah serial berjudul ‘Kami Anak-Anak Bullerbyn’ karangan seorang penulis Swedia yang saya tidak lagi ingat namanya. Saya membacanya di perpustakaan kota, jadi saya tidak punya buku-bukunya. Setelah ini saya ingin mencari tahu lebih banyak tentang serial itu. Tampaknya menyenangkan sekali bernostalgia dengan bacaan masa kecil yang penuh dengan dunia mimpi dan petualangan. Saya juga ingat, novel pertama yang saya baca juga merupakan novel bergenre fiksi yang ditujukan untuk anak-anak. Saya masih ingat judulnya, tapi lupa nama penulisnya. Judulnya adalah: Edgar & Ellen. Sebuah novel yang bercerita tentang dua anak kembar yang sangat bandel dan suka berbuat onar. Tapi, Ellen sang kakak tiba-tiba berubah sikapnya menjadi lebih baik dan santun. Hal ini membuat Edgar sang adik keheranan. Usut punya usut, perubahan tiba-tiba pada Ellen terjadi karena ulah sosok monster imut bermata satu yang saya lupa namanya. Selebihnya, saya tidak begitu ingat lagi plotnya seperti apa, heheheh. Pokoknya novel ini keren, dan reccomended sangat lah. Namun saya tidak tahu apakah bukunya masih tersedia di pasar atau tidak, mengingat ini adalah novel lama.

Kalau saya tidak salah, penulis novel ini berasal dari Inggris. Buku itu adalah pemberian sepupu saya dari Bandung. Itulah novel pertama yang saya baca. Waktu itu umur saya sekitar 15 tahun dan masih duduk di bangku SMP. Sayangnya, novel yang sangat berarti bagi saya itu hilang saat di rumah saya ada acara tahlilan kematian nenek saya. Saya jadi sedih, karena setelah harus kehilangan nenek saya, saya juga harus kehilangan novel pertama yang saya baca. Tapi setidaknya saya bersyukur, karena berkat ‘Edgar & Ellen’ saya mulai sadar bahwa membaca novel itu juga menyenangkan. Lebih menyenangkan dari pada membaca komik manga. Dari buku itulah minat membaca saya semakin berkembang, hingga akhirnya memutuskan untuk bercita-cita menjadi seorang penulis.

Oh ya, untuk kamu yang ingin membaca konten-konten keren  milik Einid Shandy, bisa membacanya DI SINI. Sebenarnya, tulisan ini pun terinpirasi dari salah satu curhatan Shandy di blognya. Sukses selalu J

4 comments:

  1. Hai Kak...
    Salam kenal ya kak.
    Blog aku sekarang sudah ganti look, tapi isinya masih tetap menyenangkan.

    ReplyDelete
  2. Salam kenal ya. Saya mencari blog mbak Einid Shandy dan ternyata artikel ini yang nongkrong di page one google.��

    ReplyDelete